Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

10 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia

10 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia

Banyak sekali software akuntansi yang beredar di Indonesia, berikut ini adalah software akuntansi yang terkenal dan banyak digunakan oleh perusahaan di Indonesia.

1. Key Software
Key Software adalah program akuntansi dengan fitur lengkap dan cukup mudah untuk digunakan. Banyak digunakan oleh perusahaaan Trading, Distribusi, Jasa, Retail, Forwarder, Export Import, hingga perusahaan Manufaktur.

Key Software juga memiliki versi ERP untuk perusahaan besar. Tidak seperti program ERP pada umumnya dengan fitur yang rumit, KEY ERP Software memiliki fitur yang mudah untuk diimplementasikan. Harganya juga terjangkau untuk kelas ERP.

Key software berdiri dibawah bendera Key Software Indonesia, yang lebih dikenal dengan sebutan KEYsoft berlokasi di Jakarta. Key Software memberikan garansi 30 hari uang kembali dan free call support.
More info CLICK HERE 

2. Accurate
Accurate adalah Software akuntansi yang menggunakan pinsip dasar 3 M, yaitu Murah, Massal , dan ber-Manfaat. ACCURATE Accounting Software cocok bagi bisnis skala kecil dan menegah.

Untuk Harga accurate yaitu berkisar antara 8 juta hingga 38 juta. Accurate juga memberikan garansi 30 hari uang kembali untuk paket software.


3. Zahir
Zahir sudah dikembangkan sejak tahun 1997. Software ini menyediakan modul standar, spesifik dan inventory sangat lengkap dan sangat mudah digunakan pada platform windows.

Harga program zahir sangat bervariasi, namun sayangnya customer akan dikenakan biaya tambahan untuk mendapatkan layanan support.

4. Acosys
Software yang dikembangkan sejak tahun 1997 ini telah digunakan lebih dari 2.500 user. Software yang dapat di kustom ini dapat digunakan di berbagai platform seperti windows, linux dan macOS.

5. Bee
Bee adalah software multi platform yang dapat di kustom menggunakan tools development java. Modul yang disediakan Bee pun sudah lengkap. Harga yang dipatok untuk software ini disesuaikan dengan paketnya.

Ada 3 paket yaitu silver dengan harga 2.5 juta, gold 3.5 juta dan platinum 6 juta yang masing-masing memiliki biaya penambahan user sebesar 1.5 juta. Bee juga memberikan layanan purna jual yang cukup baik bagi penggunanya.

6. Corcus
Corcus bisa dibilang lebih muda dibanding 4 software sebelumnya. Software ini ada sejak 2007 namun modul yang diberikan sudah lengkap seperti modul dalam software lainnya.

Harga dari 1 software pun tergantung kompleksitas permintaan dari user dengan garansi yang juga disesuaikan. Sayangnya corcus hanya compatible dengan platform windows saja.

7. Abipro
Spesifikasi abipro dilihat dari modul yang disediakan bisa dibilang sangat lengkap karena menyediakan modul pembelian, penjualan, persediaan, buku besar, kas/bank dan aktiva tetap.

Harga dari Abipro untuk unlimited user berkisar antara 24 s/d 39 juta. Untuk user terbatas atau SE hanya 8 juta. Abipro juga memberikan garansi layanan purna jual yang baik meskipun tidak bisa dicustomisasi.

8. FINA
FINA bisa disebut sebagai software untuk perusahaan terbaik, karena dari fitur modul yang disediakan sangat lengkap. Selain itu software ini sudah digunakan oleh lebih dari 800 perusahaan. FINA juga memberikan garansi 90 hari uang kembali pada pembelian softwarenya dan juga pelatihan pengoperasian software hingga bisa.

9. Integrated System
Modul standar yang disediakan IS bisa dibilang cukup lengkap namun modul pelengkap dan modul inventory yang disiapkan hanya sedikit. Selain itu software ini hanya compatible dengan platform windows.

Tapi IS memiliki kelebihan yaitu bonus pelatihan di kantor untuk pengoperasian software sebanyak tiga kali secara gratis hanya dengan membeli paket GLX 3.5juta atau ISX 6.9 juta. IS ini termasuk pada software paket yang juga dapat di kustomisasi.

10. MAS
MAS hanya menyediakan modul standar dalam apllikasi nya. Meskipun begitu software ini dapat dimodifikasi menyesuaikan kebutuhan dari pengguna. Software ini sudah dikembangkan sejak tahun 1984.

Harga yang diberikan untuk satu paket software minimal 4 juta dengan bonus training pengopersian secara gratis bagi pengguna. Layanan purna jual nya pun bisa dibilang cukup mudah.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Pengertian, Fungsi, dan Klasifikasi Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi Biaya merupakan salah satu bagian dari bidang akuntansi meliputi kegiatan proses pencatatan dan monitoring seluruh aktifitas biaya dan menyajikan informasi tersebut dalam suatu laporan.

Perusahaan dalam menjalankan seluruh aktifitas untuk memperoleh keuntungan atau laba tidak bisa terlepas dari biaya.

Hal utama yang perlu diantisipasi serta direncanakan dengan baik yaitu dengan melakukan efisiensi terhadap seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan pengendalian anggaran yang telah direncanakan.


Pengertian dan Definisi Akuntansi Biaya oleh Para ahli ekonomi

1.     R. A. Supriyono,  Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
2.      Mulyadi, Akuntansi Biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
3.      Abdul Halim, Akuntansi Biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi atau dijual di pasar baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan yang akan dijual.
4.      Schaum, Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari  biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi  biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan
5.      Carter dan Usry, Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan  pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.


Pengertian, Fungsi, dan Klasifikasi Akuntansi Biaya


Fungsi Akuntansi Biaya  

1.   Penentuan Harga Pokok Produksi atau Jasa (Cost of Good Sold), bagian tugas utama dari akuntansi biaya adalah mencatat, menggolongkan, monitoring dan meringkas seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi, dari data historis ini dijadikan acuan pihak manajemen dalam penentuan harga pokok produksi.
2.   Perencanaan dan Pengendalian Biaya (Forcasting and Controlling),  atas dasar data historis dari laporan keuangan tentang seluruh aktifitas biaya dapat dijadikan acuan dalam membuat perencanaan anggaran (Budgeting) kemudian melakukan monitoring terhadap penyimpangan biaya atas anggaran yang telah ditetapkan sehingga meningkatkan efisiensi biaya perusahaan.


Klasifikasi Beban dalam Akuntansi Biaya

Klasifikasi biaya merupakan proses pengelompokan biaya berdasarkan tujuan dari informasi biaya yang disajikan.

Untuk memudahkan dalam melakukan pencatatan biaya dan menyusun laporan keuangan, serta memberikan gambaran informasi yang akurat kepada pihak manajemen, maka komponen biaya dikelompokkan dalam beberapa kelompok akun dengan klasifikasi sebagai berikut :

A.  Berdasarkan Fungsi Pokok dari Aktifitas Perseroan.
  1. Biaya Produksi (Production Cost) atau Biaya Harga Pokok Produksi (Cost of Good Sold) meliputi : Biaya Bahan Baku (Material), Tenaga Kerja Langsung / Buruh (Direct Labour), dan Biaya Operasional (Direct Overhead).
  2. Biaya Pemasaran (Marketing Expenses) : Biaya Promosi dan Iklan.
  3. Biaya Administrasi dan Umum (General Administration Expenses) : Biaya Gaji Karyawan, Overhead Kantor, dan biaya terkait lainnya. 
B.  Berdasarkan Kegiatan atau volume Produksi.
  1. Biaya Variabel (Variable Cost), Komponen biaya proporsional sesuai mengikuti volume produksi yang dihasilkan. Contoh Biaya Bahan Baku dan Overhead Langsung.
  2. Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya yang tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Contoh Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), walaupun volumenya disesuaikan dengan kapasitas produksi namun pembayarannya bersifat lumpsum per bulan. 
C.  Berdasarkan Objek yang Dibiayai.
  1. Biaya Langsung (Direct Cost), Biaya yang dapat diidentifikasi langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), dan Biaya Bahan Baku (Direct Material)
  2. Biaya Tidak Lansung (Indirect Cost), Biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Overhead Pabrik (Direct Overhead). 
D.  Berdasarkan Pembebanan Periode Akuntansi.
  1. Biaya Investasi (Capital Expenditure), Biaya yang memberikan masa manfaat pada beberapa periode akuntansi. Contoh Mesin Pabrik biaya depresiasi penyusutannya selama 5 tahun.
  2. Biaya Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure), Biaya yang dikeluarkan memberikan masa manfaat hanya pada satu periode akuntansi. Contoh : Biaya Overhead Pabrik.

Selasa, 29 September 2015

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Akuntansi Lebih Mudah Diserap

Apakah Anda senang dengan pejaran berhitung atau belajar tentang ilmu ekonomi? Secara umum jika Anda ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sedangkan latar belakang Anda adalah tamatan SMA jurusan IPS disarankan agar Anda memilih jurusan akuntansi.

Mengapa demikian? Hal ini terutama disebabkan karena disamping penyaluran bakat dan hobi Anda, biasanya para lulusan jurusan akuntansi akan lebih mudah dalam mencari pekerjaan karena jumlah lowongan kerja dan tingkat penyerapannya lebih besar di perusahaan dibandingkan lulusan bidang ilmu jurusan ekonomi lainnya.


Karir di Bidang Akuntansi akan lebih cerah di Perusahaan.

Jika kita membicarakan masalah karir pasti tidak terlepas dengan siapa yang mempromosikan Anda ke jenjang tersebut. Seperti Anda ketahui bahwa rutinitas pekerjaan di bidang akuntansi adalah membuat laporan keuangan (Financial Statements), dimana detail mengenai laporan tersebut biasanya bersifat rahasia, dan hanya kalangan tertentu saja yang bisa mengkonsumsi laporan tersebut.

Pihak yang paling sangat berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dari laporan keuangan biasanya pada level Manajer ke atas hingga ke pemilik perusahaan atau owner. Dan Apabila mereka merasa bahwa laporan Anda buat bisa diandalkan, maka tidak menutup kemungkinan promosi kerja ke jenjang yang lebih tinggi akan mudah Anda raih di masa yang akan datang.

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Akuntansi Lebih Mudah Diserap


Laporan Keuangan merupakan urat nadi Perkembangan Perusahaan

Jika Anda bekerja di perusahaan yang baru berkembang atau perusahaan startup, biasanya dibutuhkan tambahan modal kerja yang sangat besar untuk menunjang kegiatan perusahaan, dengan keterbatasan modal kerja yang dimiliki alternatif pilihan utama yang ditempuh biasanya dengan membuat proposal pengajuan dana ke pihak perbankan atau investor. Point utama pihak ketiga tertarik memberikan pinjaman atau menginvestasikan dananya adalah dengan melihat prospektus dari laporan keuangan perusahaan.

Terlebih lagi jika Anda bekerja di perusahaan yang berkembang sangat pesat, data posisi dan analisa laporan keuangan terkini dan up to date sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran kepada pihak manajemen perusahaan untuk mengambil langkah dan strategi yang efektif dalam melakukan penerapan efisiensi disetiap lini bidang usaha untuk mencapai tujuan akhir perusahaan.

Melihat peluang kerja dibidang akuntansi yang sangat strategis dan dibutuhkan oleh perusahaan maka tidak begitu sulit bagi seorang lulusan jurusan akuntansiuntuk mencari kerja di perusahaan, terlebih lagi tidak menutup kemungkinan dasar ilmu tersebut bisa dipakai dan dikembangkan jika Anda berencana untuk memulai karier menjadi pengusaha dan membuka peluang usahabaru.


Sabtu, 26 September 2015

Cara menyusun laporan laba rugi yang benar

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi atau income statements merupakan suatu bagian dari laporan keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu yang terdiri dari ihtisar pendapatan dan beban sehingga menghasilkan laba atau rugi.  


Metode penyajian laporan Laba Rugi

Penerapan metode laporan laba rugi terdiri dari beberapa jenis antara lain:
1. Cash Basis
2. Accrual Basis

Metode perhitungan laporan laba rugi Cash Basis datanya berdasarkan jumlah penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu periode tertentu, sedangkan metode Accrual Basis datanya berdasarkan data rangkuman seluruh pendapatan dan beban pada suatu periode tertentu tanpa memperhitungkan aliran kas masuk dan keluar.

Perhitungan laporan rugi laba yang paling tepat menurut standarisasi laporan keuangan yang paling tepat dan akurat adalah dengan menggunakan metode accrual basis, karena sistem pelaporan akan menyajikan data yang sesungguhnya tentang  seluruh transaksi pendapatan dan beban pada periode tertentu.


Cara menyusun laporan laba rugi yang benar

Keuntungan Menggunakan Laporan Laba Rugi Metode Accrual Basis

Keuntungan utama yang diperoleh menggunakan metode accrual basis yaitu para Pemilik atau Pimpinan perusahaan dapat memperoleh data yang akurat mengenai jumlah kenaikan atau penurunan baik dari nilai pendapatan maupun beban dan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan apakah sudah memenuhi target sesuai dengan standar budget atau anggaran yang telah ditetapkan.


Contoh Laporan Laba Rugi


Laporan Laba Rugi
-Periode 31 Desember 2014-

Pendapatan
Laba / (Rugi) Kotor (Gross Profit)

Beban Usaha
Biaya Pemasaran
Laba / (Rugi) Usaha  

Pendapatan / Beban Lain-Lain
Laba Sebelum Pajak (EBT)*

Laba Bersih (EAT)*

Rp.
Rp.
Rp.


Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
     
1.125.200.000,-
925.320.000,-
199.880.000,-


56.260.000,-
 78.764.000,-
64.856.000,-

11.252.000,-
76.108.000,-

19,027,000,-
57.081.000,-

Catatan*
EBT = Earning Before Tax
EAT = Earning After Tax


Metode Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP)


Dalam menghitung harga pokok penjualan pada laporan laba rugi diatas terdapat beberapa metode yang diterapkan antara lain:

1. Metode perhitungan Harga Pokok Penjualan pada perusahaan dagang

HPP = Persediaan Awal + Pembelian � Persediaan Akhir


2. Metode perhitungan Harga Pokok Penjualan pada perusahaan manufaktur

HPP =
Persediaan Awal Bahan Baku  + Pembelian � Persediaan Akhir
(Jumlah Pemakaian Bahan Baku)
+
Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct labour)
+
Biaya Overhead Langsung (Direct Overhead)
+
(Saldo Persediaan Dalam Proses awal - Saldo Persediaan Dalam Proses Akhir)
+
(Saldo Persediaan Barang Jadi awal - Saldo Persediaan Barang Jadi Akhir)



Rabu, 01 April 2015

Contoh Laporan Keuangan Konsolidasi Holding Company

Laporan Keuanganadalah merupakan tata cara dari suatu proses pencatatan atau Pembukuan dimulai dari proses pencatatan transaksi, melakukan jurnal, membuat Buku Besar, Neraca Percobaan sampai menjadi Laporan Keuangan Perusahaan yang terdiri dari Laporan Neraca (Balance Sheets), Laporan Laba Rugi (Income Staatments), Laporan Perubahan Modal (Statement of Change Equity), Laporan Arus Kas (Cashflow Statements).

Laporan Keuangan Holding Company atau Konsolidasi disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan yang meliputi  posisi Keuangan Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan  yang secara ekonomis dianggap sebagai satu kesatuan usaha walaupun terpisah entitas hukumnya atau dengan kata lain berbeda nama perusahaannya.

Akun-akun yang disajikan dalam laporan keuangan antar Perusahaan yang saling berhubungan atau transaksi dengan perusahaan dalam group holding akan dieliminasi agar mencerminkan hasil usaha bersih Perusahaan sebagai satu kesatuan laporan konsolidasi.

Artikel Lainnya: Cara Paling Praktis Membuat Laporan Keuangan Perusahaan



Laporan Keuangan Konsolidasi mencerminkan penggabungaan seluruh laporan perusahaan yang dikendalikan oleh Induk Perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila induk Perusahaan baik secara langsung  maupun tidak langsung melalui anak perusahaannya memiliki lebih dari 50 % hak suara pada suatu perusahaan.

Walaupun kepemilikan hak suara hanya sebesar 50 % atau kurang , pengendalian tetap dianggap ada apabila dibuktikan adanya salah satu kondisi sebagai berikut :
  • Mempunyai hak suara yang lebih besar dari 50 % berdasarkan suatu perjanjian dengan investor
  • Mempunyai hak untuk mengatur & menentukan kebijakan Finansial dan Operasional perusahaan berdasarkan Anggaran dasar atau perjanjian.
  • Mempunyai kewenangan untuk mengangkat atau memberhentikan mayoritas pengurus Perusahaan
  • Mampu menguasai suara mayorits dalam Rapat Pengurus atau Rapat Umum Pemegang Saham. 

Laporan Keuangan Konsolidasi yang sesuai dengan PSAK dan Dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat pertimbangan dan estimasi yang mempengaruhi jumlah serta pengungkapan tertentu berdasarkan evaluasi manajemen atas fakta dan keadaan yang relevan pada tanggal pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, dan estimasi ini dapat disesuaikan lebih lanjut.

Laporan Keuangan Perusahaan dan entitas anak telah mengadopsi semua standar baru dan telah direvisi dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Institut Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasi dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2011.

Penerapan standar-standar baru dan telah direvisi dan interpretasi telah menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak pada bidang berikut yang mempengaruhi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan berupa :
  • PSAK 1 (Revisi 2009), tentang Penyajian Laporan Keuangan.
  • Penerapan PSAK 4 (revisi 2009) mengubah akuntansi investasi entitas anak di laporan keuangan terpisah entitas induk yang disajikan sebagai informasi tambahan dari metode ekuitas ke metode biaya.
  • PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, Standar ini memperluas definisi pihak-pihak berelasi dan pengungkapan hubungan pihak-pihak berelasi. Standar ini juga mengharuskan pengungkapan hubungan antara entitas induk dan entitas anak terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka.
  • PSAK 2 (revisi 2009), tentang Laporan Arus Kas.
  • PSAK 3 (revisi 2010), mengenai Laporan Keuangan Interim.
  • PSAK 5 (revisi 2009), tentang Segmen Operasi.
  • PSAK 8 (revisi 2010), perihal mengenai Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
  • PSAK 23 (revisi 2010), tentang Pendapatan.
  • PSAK 25 (revisi 2009), mengenai Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.
  • PSAK 48 (revisi  2009), tentang Penurunan Nilai Aset.
  • PSAK 57 (revisi 2009), tentang Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
  • ISAK 17, tentang Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai. 


Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Konsolidasi atau Laporan Keuangan Perusahaan Go Publik:

Berikut ini adalah salah satu Contoh Laporan Keuangan Konsolidasi Holding Company yang disusun sesuai dengan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Baru Dan Revisi (PSAK) Dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) :


Buat Anda yang ingin Contoh Laporan Keuangan diatas dalam format Microsoft Excel berikut : Laporan Keuangan Konsolidasi.

Jumat, 07 November 2014

Jurnal Akuntansi Transaksi Kas dan Bank

Standar Jurnal Akuntansiadalah merupakan pedoman dalam melakukan pencatatan atau pembukuan setiap transaksi keuangan.

Berikut ini akan Kami jelaskan beberapa Jurnal Akuntansi yang umum dan sering dilakukan dalam transaksi Kas dan Bank serta media yang digunakan sebagai dokumentasi penunjang transaksi tersebut, meliputi seluruh penerimaan dan pengeluaran dana, rincian dan penjelasannya adalah :


Jurnal Akuntansi Transaksi Kas dan Bank





TRANSAKSI

PEDOMAN JURNAL
BUKTI

JURNAL
PEMBUKUAN
03
Jurnal Transaksi Kas dan Bank






a)     Penerimaan Setoran ke Bank Hasil Penjualan Tunai Commisary, dll tunai
-   Bukti Transfer
Bank
XX


     Piutang Dagang ( Kasir )

XX




b)     Penerimaan Setoran ke Bank Hasil Penjualan Tunai Commisary, dll kredit
-   Bukti Transfer
Bank
XX


    Piutang Dagang ( Credit Card )

XX




c)     Penerimaan Piut.Valas beserta PPn dg Kurs Pajak dan dipotong PPh 23 Saat terbit invoice dijurnal
-   Invoice
Piutang Dagang Rp/Valas
XX

-   SSP
Piutang PPn (SSP) Rp/Valas
XX


     Piutang Belum Ada Faktur

XX

     Hutang PPn/SSP/PP1

XX




        Saat Menerima Pembayaran dipot. PPn 23 (Pokok Piutang - PPh 23 )
-   Bukti Transfer
Bank ( Pokok Piutang - PPh 23 )
XX

-   Invoice
Selisih Kurs
XX

-   SSP
     Piut.Dagang Valas (100%-Pot.PPh23)

XX

     Selisih Kurs (saat terima-kurs pajak)

XX




        Saat Menerima Pembayaran Piutang PPn dengan Kurs Pajak

Bank (kurs Penerimaan)
XX


Selisih Kurs (saat terima-kurs Pajak)
XX


     Piutang PPn (Kurs Pjk wkt penerbitan)

XX

     Selisih Kurs (saat terima-kurs pajak)

XX




       Saat Terima Bukti Potong

U.M Pajak/Pendptan (kurs Penerimaan)
XX


Selisih Kurs (kurs.Invoice-kurs Penerimaan)
XX


     Piutang Valas (Kurs Invoice)

XX

     Selisih Kurs (kurs Invoice-kurs  Penerimaan)

XX




d)     Penerimaan dari Hasil Investasi
-   Bukti Transfer
Kas/Bank
XX


     Pendapatan Lain2 (Hasil Investasi)

XX




e)     Penerimaan dari Pinjaman / Loan
-   Bukti Transfer
Kas/Bank
XX


     Hutang Jk.Panjang/Jk.Menengah

XX




f)      Penerimaan Klaim Asruransi
-   Bukti Transfer
Kas/Bank
XX


     Pendapatan Klaim Asuransi

XX




g)     Penerimaan dari Penjualan Asset Kerugian atau keuntungan hanya salah satu debet atau kredit
-   Bukti Transfer
Kas/Bank
XX


Akumulasi Penyusutan
XX


Kerugian Penjualan Asset
XX


     Nilai Asset



     Pendapatan Penjualan Asset

XX




h)      Penerimaan Set Off Hutang Piutang
-   Bukti Transfer
Kas/Bank
XX

-   Invoice
Hutang Dagang
XX

-   Kwitansi
     Piutang Dagang

XX




i)       Penerimaan dari Jasa Giro
-   Rekening Koran
Kas/Bank
XX


     Pendapatan Jasa Giro

XX




j)      Pembayaran U.Muka ( Advance ) Biaya Perjalanan Dinas
-   Surat Tugas
U.Muka Perjalanan Dinas
XX

-   Bukti Bank Keluar
     Bank

XX
-   Permohonan U.Muka







k)     Saat Penyelesaian/Pertanggung - jawaban U.Muka Perjalanan Dinas
-   Form Penyelesaian Adv.
Biaya Perjalanan Dinas
XX

-   Nota/kwitansi
Kas/Bank
XX


     Uang Muka Perjalanan Dinas

XX

     Bank

XX




l)      Saat Penyelesaian Advanced dengan sistem piutang karyawan
-   Form Penyelesaian Adv.
Biaya Perjalanan Dinas
XX

-   Nota/kwitansi
Piutang Karyawan
XX


     Uang Muka Perjalanan Dinas

XX


     Piutang Karyawan

XX





m)    Pada Saat Mencatat Setoran (Kelebihan By Perjalanan Dinas )
-   Kwitansi
Kas/Bank
XX




     Piutang Karyawan

XX







n)      Pada Saat Mencatat Membayar  (Kekurangan By Perjalanan Dinas)
-   Kwitansi
Piutang Karyawan
XX




     Kas/Bank

XX







o)     Saat Reimbursment Kas Kecil (Petty Cash)                       
-   Bukti Pengeluaran Bank
Petty Cash
XX




     Bank

XX







p)     Saat Pertanggungjawaban Biaya untuk Petty Cash         
-   Kwitansi
Biaya sesuai Pengeluaran
XX




     U.Muka ( Petty Cash )

XX







q)     Pembayaran Biaya Pemeliharaan  tidak Dikapitalisir     
-   Kwitansi
By Perbaikan & Pemeliharaan
XX



-   Bukti Pengeluaran Bank
     Kas/Bank

XX







r)      Pembayaran U.Muka Sewa Kantor   
-   Kwitansi
U.Muka Sewa Kantor
XX



-   Bukti Pengeluaran Bank
     Kas/Bank

XX


-   Bukti Potong PPh 23
     Hutang PPh Ps. 23

XX







s)     Pembayaran U.Muka Asuransi Kantor
-   Bukti Bank Keluar
U.Muka Asuransi Kantor
XX




     Bank

XX







t)      Pembayaran Asuransi/polis Expatriate
-   Bukti Bank Keluar
U.Muka Asuransi Kantor
XX




     Bank

XX







u)     Pembayaran Premi Asuransi Karyawan
-   Bukti Bank Keluar
Biaya Perjalanan Dinas
XX




     Bank

XX







v)     Pembayaran U.Muka Mobilisasi
-   Bukti Bank Keluar
U.Muka Mobilisasi
XX




     Bank

XX







w)    Pembayaran Biaya Renovasi Gedung tidak Dikapitalisir
-   Bukti Bank Keluar
U.Muka Renovasi Gedung
XX




     Kas/Bank

XX







x)     Pembayaran Biaya Replacement
-   Bukti Bank Keluar
Persediaan Replacement
XX




     Kas/Bank

XX







y)     Pembayaran Biaya Gaji & Pegawai
-   Bukti Bank Keluar
Hut.By YMH Dibyr Gaji & Pegawai
XX



-   Rekap. Gaji Karyawan
     Kas/Bank

XX













z)     Jurnal Pada Saat Bayar By Astek
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang By YMH Dibayar Astek
XX




     Bank

XX







aa)   Jurnal Pembayaran Dana Pensiun  Karyawan
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hut.By YMH Dibayar Dana Pensiun
XX




     Bank

XX







bb)   Penerbitan By Performance Bond  unt.garansi via (lembaga keu.non bank)
-   Rekenng Koran
Biaya Provisi Administrasi Bank
XX




     Bank

XX







cc)   Pembayaran Hutang Bank
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Bank
XX




     Bank

XX







dd)   Pembayaran Hutang yang ada  Discount
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Dagang
XX




     Bank

XX



     Pendapatan Lain2/ HPP Lain2 (Indirect Cost)

XX







ee)   Pembayaran Biaya Training
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Bank
XX




     Bank

XX







ff)    Pembayaran Biaya Konsultan
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang By YMH Dibayar Konsultan
XX




     Bank

XX







gg)   Pembayaran Biaya YMH Dibayar  Kantor
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang By YMH Dibayar Kantor
XX




     Kas/Bank

XX







hh)   Pembayaran Biaya YMH Dibayar  Sewa Kantor
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang By YMH Dibayar Kantor
XX




     Kas/Bank

XX







ii)     Pembayaran Biaya YMH Dibayar Asuransi Kantor
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hut.By YMH Dibayar Ass.Kantor
XX




     Kas/Bank

XX







jj)     Pembayaran Biaya YMH Dibayar  Handling & Delivery
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hut.By YMH Dibayar Handling & Delivery
XX




     Kas/Bank

XX







kk)   Pembayaran Biaya YMH Dibayar Bunga
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hut.By YMH Dibayar Bunga
XX


    

     Kas/Bank

XX







ll)     Pada Saat Pembayaran Deviden
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Deviden
XX




     Bank

XX







mm) Pada Saat Pembayaran Bonus
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Bonus
XX




     Bank

XX







nn)   Pelunasan Hutang Bersyarat (Wesel Bersyarat)                     
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Bersyarat ( Wesel Bersyarat )
XX




     Bank

XX







oo)   Pembayaran Set Off Hutang Piutang
-   Bukti Pengeluaran Bank
Hutang Dagang
XX



-   Invoice
     Piutang Dagang

XX


-   Faktur Pajak
     PPN - Masukan

XX







Standar Jurnal Akuntansi Lainnya:
  1. Jurnal Akuntansi Pembelian
  2. Jurnal Akuntansi Pembelian menggunakan Letter of Credit
  3. Jurnal Akuntansi Transaksi Kas dan Bank