Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

6 Langkah Dasar Untuk Melakukan Riset Pemasaran

Kembar.pro � Kegiatan bisnis tidak bisa dipisahkan dari riset dan penelitian. Penelitian dilakukan dengan tujuan agar memperoleh keputusan dalam sebuah bisnis. Keputusan untuk menentukan banyaknya jumlah barang yang akan diproduksi, perumusan strategi masuk ke dalam pasar, strategi meningkatkan penjualan dan lain sebagainya. Hal ini sangat penting dilaksanakan untuk menunjang peningkatan bisnis anda.

Kegiatan riset pasar dilakukan dengan cara melakukan kegiatan sistematis penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan dan pengolahan data dan interpretasi hasil penelitian. Semua urutan ini harus dilakukan secara runtut agar menghasilkan kesimpulan yang tepat dan bisa digunakan untuk pengambilan keputusan dalam bisnis.

American Marketing Association (AMA) sejak tahun 1987 mendefinisikan riset pemasaransebagai �fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan dan masyarakat umum dengan pemasar melalui informasi. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan-tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman yang dapat membuat aktivitas pemasaran lebih efektif.

6 Langkah Dasar Untuk Melakukan Riset Pemasaran

Riset pemasaran menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut; merancang metode untuk pengumpulan informasi; mengelola dan mengimplementasikan proses pengumpulan data; menganalisis hasil-hasil yang diperoleh; dan mengkomunikasikan hasil temuan dan implikasinya�.

Langkah sistematis yang harus dilakukan dalam menjalankan riset pemasaran diantaranya adalah sebagai berikut:

Merumuskan Masalah

Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk menjalankan riset pemasaran adalah merumuskan maslah. Proses perumusan masalah ini sangat penting untuk dilakukan agar kita mengerti betul dengan tujuan yang akan dicapai setelah riset selesai. Pada dasarnya riset disusun untuk menghasilkan informasi yang akurat dan jelas sebagai kesimpulan atas permasalahan yang sedang kita hadapi dalam bisnis.

Misalnya permasalahan kita adalah ingin menentukan besarnya biaya yang akan digunakan untuk promosi atau iklan. Perumusan masalahnya adalah bagaimana cara mengetahui besarnya biaya yang diperlukan. Sedangkan kesimpulan yang akan didapat adalah dalam bentuk kisaran nilai dari biaya promosi yang paling ideal.

Menentukan Desain Riset

Desain riset dibutuhkan untuk menentukan prosedur secara rinci mengenai cara pengumpulan data, cara pengujian hipotesa dan kemungkinan melakukan kuesioner dengan berbagai model yang ditentukan. Penentuan desain riset biasanya didasarkan pada parameter yang akan diambil untuk menghasilkan sebuah kesimpulan tertentu.

Merancang Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari lapangan, sedangkan data sekunder biasanya berupa data yang diambil dari buku, internet, dan pustaka lainnya yang relevan. Anda perlu menentukan bagamana cara mengumpulkan data-data tersebut dan dihimpun menjadi sebuah database.

Mengambil Sampel Dan Melakukan Pengumpulan Data

Selanjutnya anda melakukan pengambilan sampel dan pengumpulan data di lapangan. Anda bisa melakukan pengambilan sampel didasarkan pada metode sampling yang digunakan, baik itu probability atau non probability sampling. Seharusnya anda mengetahui tentang cara pengambilan sampel yang benar.

Melakukan Analisa Dan Interpretasi Data

Sebuah pengumpulan data tidak akan pernah bisa menjadi sebuah kesimpulan jika tidak dilakukan analisis dan interpretasi data. Anda bisa mulai dari editing, koding, tabulasi, analisa statistik dan interpretasi data. Data yang diolah inilah yang akan memberikan petunjuk pada kesimpulan yang akan anda ambil.

Menyusun Laporan Riset

Laporan riset pemasaran bisa berupa laporan hasil, kesimpulan serta rekomendasi penelitian yang diberikan kepada pihak manajemen. Kemudian pihak manajemen akan mengambil keputusan berdasarkan hasil dari interpretasi data sebelumnya. Laporan riset inilah yang akan menjadi standar penelitian oleh para eksekutif dalam mengevaluasi manfaat riset pemasaran.

Senin, 27 Juli 2015

Strategi Menyusun Komunikasi Pemasaran yang Efektif

Kembar.pro � Komunikasi sangat diperlukan di setiap lini kehidupan manusia, termasuk dalam berbisnis. Anda bisa meggunakan komunikasi untuk menjalin hubungan baik antara penjual dan pembeli. Komunikasi yang baik akan menghasilkan kualitas kegiatan bisnis yang baik pula. Demikian juga dengan komunikasi pemasaranuntuk meningkatkan penjualan suatu produk dalam usaha anda.

Komunikasi pemasaran dipelajari untuk membangun komunikasi antara penjual kepada pembeli agar mereka mau membeli produk yang anda pasarkan. Kemampuan ini sangat diperlukan oleh para marketing untuk menarik konsumen dengan baik. Meski banyak keuntungan, tidak semua lini bisnis menguasai komunikasi pemasaran, anda akan mendapatkan keuntungan lebih jika mau belajar komunikasi pemasaran.

Sebagai sarana untuk menawarkan suatu barang kepada calon konsumen, komunikasi pemasaran juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang akan dijual. Bahkan bisa menjadi sarana bertukar pendapat dan memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan produk tersebut.

Strategi Menyusun Komunikasi Pemasaran yang Efektif

Jika anda ingin meningkatkan penjualan melalui komunikasi pemasaran, sebaiknya ikuti strategi pemasaran berikut ini :

Lakukan interaksi secara intens dengan calon pembeli

Komunikasi pemasaran akan menghubungkan anda dengan pembeli atau calon pembeli. Jika anda ingin produk anda cepat laku maka berkomunikasilah secara intens dengan pembeli. Bisa dilakukan secara rutin jika pembeli anda sudah berlangganan, atau melakukan komunikasi di berbagai awal waktu untuk mendapatkan perhatian calon pembeli.

Gunakan 3 sarana menggapai konsumen
Melakukan strategi pemasaran terdapat 3 sarana yang sering digunakan untuk mendapatkan konsumen. Tiga sarana tersebut diantaranya adalah :

      Face to Face
Jenis ini merupakan komunikasi langsung antara penjual dan pembeli. Keduanya bertemu langsung dan  menjalin komunikasi, memperkenalkan produk dan menawarkan kepada calon konsumen. Komunikasi jenis ini kurang diminati karena memiliki kendala waktu dan biaya yang tidak sedikit.

      Media cetak
Melalui media cetak anda akan mempermudah melakukan komunikasi pemasaran produk.  Anda bisa memanfaatkan brosur, surat kabar, koran, majalah, spanduk dan stiker sebagai sarana promosi komunikasi pemasaran konsumen kepada anda. Cara ini membutuhkan modal untuk menggunakan media cetak. Dikenal pula dengan istilah periklanan.

      Internet
Saat ini internet menjadi salah satu sarana komunikasi pemasaran yang sangat besar. Para pembisnis lebih memilih cara ini, karena informasi yang diberikan bisa setiap saat 24 jam dan harganya yang relatif murah. Bahkan melalui internet interaksi penjual dan pembeli bisa dilakukan dengan lebih cepat dan jarak jauh dengan harga terjangkau.


Fokus pada fungsi komunikasi pemasaran

Agar komunikasi pemasaran anda terlaksana dengan baik, fokuslah pada fungsi dari komunikasi pemasaran itu sendiri. Berbagai fungsi dari komunikasi pemasaran diantaranya adalah:
  • Menginformasikan kepada konsumen tentang suatu produk yang di jual seperti bagaimana, apa dan mengapa mereka harus membeli produk tersebut.
  • Memperkenalkan citra perusahaan atau nama perusahaan pada konsumen
  • Meningkatkan penjualan produk dengan cepat dan tepat
Artikel Lainnya : 6 Langkah Dasar Untuk Melakukan Riset Pemasaran



    Menentukan Tujuan Komunikasi

    Tentukan tujuan komunikasi pemasaran, karena hal ini sangat diperlukan agar komunikasi pemasaran dapat berlangsung dengan baik dan bisa diterima oleh konsumen. Berdasarkan model hirarki pengaruh, Rossiter dan Percy mengindentifikasi empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran diantaranya adalah :
    • Kebutuhan kategori, Penentuan produk atau jasa untuk mengalihkan atau memuaskan perbedaan anggapan antara motivasi onal dan keadaan emosional yang diharapkan.
    • Keadaan merek, yaitu kemampuan mengidentifikasi merek dengan kategori yang rinci agar melakukan pembelian.
    • Sikap merek, dapat mengevaluasi merek dengan memperhatikan anggapan terhadap kebutuhan saat ini. Kebutuhan merek relevan bisa berorientasi negatif atau berorientasi positif (gratifikasi indra, stimulasi intelektual, atau persetujuan social).
    • Maksud pembelian merek, yaitu intruksi mandiri untuk membeli merk atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian. Bisa dalam bentuk tawaran kupon atau penawaran dua atau satu dorongan konsumen melakukan komitmen mental mengambil produk.