Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2015

Tips Lengkap Cara Membeli Saham yang Aman Dan Efektif

Kembar.pro � Sahamadalah merupakan salah satu instrumen investasi yang tergolong baru dan berkembang pesat di Indonesia jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya yang lebih dulu dimanfaatkan, seperti misalnya asuransi atau perbankan.

Keuntungan dari investasi saham sangat menggiurkan, yaitu Anda bisa mendapatkan nilai keuntungan dalam jumlah besar. 

Bahkan saham tetap lebih unggul bila dibandingkan dengan investasi sejenis di pasar modal, sudah saatnya Anda memilih instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

Peluang Anda untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya dalam tempo waktu yang relatif singkat sangat dimungkinkan melalui investasi saham. Kuncinya yaitu kuasai strategi trading untuk memprediksi harga pasar saham.

Tidak semua jenis saham menguntungkan, oleh sebab itu Anda harus memahami teknik dasar cara bermain saham dan analisa pasar.


Tips Lengkap Cara Membeli Saham yang Aman Dan Efektif


Tips Cara Membeli Saham Yang Aman Dan Efektif


1. Hindari pembelian hanya pada salah satu jenis saham

Hindari pengalihan dana yang Anda miliki hanya pada salah satu jenis saham tertentu. Hal ini adalah bentuk antisipasi jika kondisi harga pasar saham tertentu sedang turun. 

Apabila Anda menempatkan seluruh dana pada saham yang sama, maka tingkat resiko kerugiannya akan cenderung lebih besar.

Pilih 2-3 tiga jenis, kemudian sama ratakan dana Anda di masing-masing saham. Anda dapat melakukan trading disalah satu jenisnya tergantung pada kondisi pasarnya. 

Sesuaikan dengan market dan pastinya pilihlah saham  dimana siklus trendnya mengarah ke positif, yaitu saat market mengalami kenaikan.

Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa : �Jangan Pernah Menaruh Telur Dalam Satu Keranjang� , istilah ini sangat efektif dan tepat sasaran jika diterapkan dalam metode berinvestasi.


2. Periksa likuiditas saham perusahaan yang akan dibeli

Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi membeli saham tertentu disarankan ada baiknya untuk memeriksa likuiditas perusahaan yang sahamnya akan Anda beli.

Rincian data keuangan perusahaan tersebut bisa Anda lihat di website PT Bursa Efek Indonesia yaitu : idx.co.id


A. Rincian ringkasan data keuangan Per Triwulan 

Datanya bisa Anda lihat disini : Laporan Keuangan Astra Agro Lestari Tbk. 

Masukkan kode / Nama Perusahaan dalam kasus ini misalnya kodenya : AALI, selanjutnya Anda bisa memilih tahun dan periode Laporan misalnya Triwulan I, II, dan III. 


Catatan nilai rasio yang perlu diperhatikan adalah :
1. Rasio Keuangan : Rasio Likuiditas, Rentabilitas, Solvabilitas, dan Aktifitas, metode cara membaca dan menganalisa lebih jelasnya bisa Anda lihat : Analisis Laporan Keuangan  
2. Rasio Harga Saham
Analisa Fundamental : Nilai Harga Buku (Book Value) / BV, Harga Saham dibandingkan dengan harga buku  (Price to Book Value) / PBV, Laba per Saham (Earning per Share) / EPS
Analisa Teknikal : Melihat trend perubahan harga market baik dari sisi volume maupun harga, untuk lebih jelasnya bisa Anda lihat : Analisa Harga Saham, dan, Analisa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)


B. Contoh pergerakan harga saham harian paa saat sesi pembukaan sampai dengan penutupan :


Contoh pergerakan harga saham harian paa saat sesi pembukaan sampai dengan penutupan
Keterangan Harga dan Volume perdagangan pada hari bursa : 
  • High : Harga tertinggi 
  • Low : Harga terendah 
  • Close : Harga pada saat sesi penutupan 
  • Change : Perubahan harga nilai saham (+) kenaikan (-) penurunan
  • Volume : Jumlah perdagangan lembar saham
  • Value : Nilai perdagangan saham
Lihatlah trend perubahan harga market, serta berita ekonomi dan finansial terkait dengan perusahaan yang terdaftar di BEI, kebijakan Ekonomi makro dan Mikro pemerintah yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi perubahan nilai saham di pasar.

Untuk tambahan Anda bisa meneliti apa produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, hal ini terutama buat Anda yang beragama muslim agar Anda lebih tenang menginvestasikan dana Anda pada perusahan yang Anda yakini menghasilkan produk yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah pasar modal.

Mengenai informasi ini bisa Anda dapatkan melalui data prospektus perusahaan emiten yang terdaftar di BEI bisa melalui : 

Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) d/a Gd. BEI Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Telp. (021) 5150515 ext. 4351-4353, Contact Person: Bapak Yono atau Hanif. 

Atau Anda bisa langsung mempelajari dan membuka website dari perusahaan emiten tersebut.


3. Selektif dalam memilih Perusahaan Sekuritas atau Broker

Banyaknya pilihan perusahaan sekuritas membuat Anda harus lebih selektif. Pastikan saham yang Anda beli terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga ini bertanggungjawab atas kelegalan dan keabsahan perusahaan tersebut.

Periksa juga tentang likuiditas perusahaan broker sebagai  Penjamin Emisi Efek, atau Perantara Pedagang Efek, bisa anda lihat di website Bursa Efek Indonesia.

Disana Anda akan bisa melihat Laporan Keuangan Audit beberapa tahun ke belakang serta laporan tiap triwulan tahun berjalan.

Laporan Keuangan yang disajikan telah di audit oleh Auditor Independence yang telah direkomendasikan oleh BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal), biasanya Auditor yang ditunjuk termasuk dalam kelompok "The Big Five" yang terdapat di Indonesia. 

Contoh Laporan Keuangan bisa anda lihat dan download disini : Laporan Keuangan UBS Securities Indonesia

Anda bisa membandingkan Laporan Keuangan dari masing-masing Broker untuk melihat kinerja keuangan perusahaan tersebut yang nantinya akan Anda pilih, disana tercatat ada 115 Lembaga Sekuritas yang terdaftar di BEI.


Perusahaan Sekuritas atau Broker


Terdaftarnya perusahaan sekuritas di lembaga yang berwenang menjamin Anda dari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Masalah utamanya adalah investasi saham sangat rawan terhadap penyalah gunaan.

Jangan sampai Anda salah memilih perusahaan sekuritas. Selanjutnya, tentukan saham yang menurut Anda lebih banyak menghasilkan profit.


4. Depositkan modal Anda

Setelah Anda menunjuk beberapa perusahaan sekuritas, lalu tentukan seberapa besar modal yang akan Anda investasikan untuk trading. Setiap broker memiliki batasan deposit yang berbeda. Batasi dana untuk kebutuhan modal awal, biarkan dana tersebut berkembang seiring profit yang Anda hasilkan.

Biasanya terdapat 4 bank yang ditunjuk oleh regulator sebagai wadah deposit di pasar. Bank tersebut adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Permata dan CIMB Niaga. Rekening yang Anda miliki akan terkoneksi dengan perusahaan sekuritas pilihan Anda.

Namun pada prinsipnya Bank yang menampung deposit akan disesuaikan dengan arahan dari Perusahaan Sekuritas (Broker) tempat Anda menjalankan transaksi jual beli saham.


5. Pilihlah metode Trading yang sesuai

Proses transaksi perdagangan atau cara membeli dan jual saham biasanya dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu trading menggunakan jasa konsultan sebagai sales broker atau pialang saham dan online trading melalui perusahaan sekuritas.

Menggunakan jasa sales broker Anda bisa melakukan transaksi saham melalui telepon untuk berhubungan dengan dealler atau sales broker sedangkan online trading adalah Anda melakukan transaksi melalui sebuah aplikasi software yang diberikan oleh broker untuk fasilitas trading Anda.

Aplikasi trading diinstal pada PC, laptop pribadi atau smartphone Anda. Kelebihan menggunakan jasa sales broker yaitu Anda dapat langsung berkonsultasi dan diberikan arahan oleh broker terkait skema transaksi trading. 

Sedangkan sistem online trading membuat Anda fleksibel dalam hal ruang dan waktu trading. Sistem tersebut membantu Anda untuk menentukan waktu beli yang tepat. Selain itu juga dapat memperhitungkan hold dan waktu terbaik untuk posisi jual atau beli.

Anda bisa browsing tentang alamat website dari masing-masing perusahaan sekuritas tersebut, disana Anda akan dipandu dengan tutorial lengkap mengenai cara membeli saham dan melakukan transaksi lainnya. Salah satu contoh aplikasi ini bisa Anda lihat di website: Investasi Saham BNI.


Berapa Harga Minimal Pembelian Saham?

Saham yang ditransaksikan di bursa Indonesia sangat beragam, biasanya nilai minimal pembelian saham adalah sejumlah 1 lot yang terdiri dari 100 lembar saham. Berikut contoh kasus pembelian saham.

Tentukan perusahaan sekuritas yang Anda yakini, misalnya PT X. Anda membeli saham sebesar 5 lot (1 lot = 100 lembar) harga per saham (share price) sebesar Rp 650,-.

Dana yang Anda perlukan adalah sebesar Rp. 325.000,-. Nominal ini belum termasuk beban biaya broker yang dikenal dengan fee, berikut perhitungan detailnya.

Harga per saham x lot x 100  = Rp650,- x 5 x 100
= Rp. 325.000,- + broker fee.

Nilai broker fee pada sistem online trading berkisar antara 0,15%-0,2% dari nilai beli dan 0,25%-0,3% dari nilai jual. Maksimalkan asset yang Anda miliki dengan cara membeli dan berinvestasi saham.

Senin, 27 Juli 2015

3 Keuntungan Dari Berinvestasi Saham

Kembar.pro � Setiap Investasi atau berbisnis pasti dihadapkan dengan keuntungan dan kerugian. Keuntungan dan kerugian pun akan berbeda dari setiap instrumen investasi yang kita pilih. Mulai dari investasi yang minim risiko namun menghasilkan keuntungan kecil hingga investasi yang berisiko besar namun keuntungan pun besar.

Ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu pengertian investasi saham dan cara investasi saham, serta mempelajari dan mengikuti tips investasi saham dari para pakar atau Broker Saham yang kredibel dan terpercaya, dimulai pada tahap belajar saham bagi para pemula, namun semua tergantung kebutuhan dan kepercayaan diri Anda untuk memilihnya.

Berikut ini akan kita bahas tentang keuntungan dan kerugian memilih investasi saham. Keuntungan berinvestasi saham diantaranya ada tiga hal yaitu:

Mendapatkan Capital Gain
Selisih antara harga beli dan harga jual saham itulah yang disebut dengan capital gain. Dimana harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli. Selisih ini terjadi karena munculnya aktifitas sekuder yang terjadi di luar pasar Anda. Misalnya Anda membeli satu lembar saham sebuah perusahaan dengan harga Rp 4000, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 4500, maka keuntungan Anda adalah Rp 500 yang disebut dengan capital gain.

Pemodal yang mengambil keuntungan dari capital gain biasanya berorientasi untuk investasi jangka pendek. Mereka mengejar untung dalam beberapa hari saja, misalnya seseorang membeli saham di dua hari yang lalu kemudian menjualnya siang nanti setelah ada kenaikan. 

Namun tidak selalu Anda akan mendapatkan keuntungan dari saham berupa capital gain, ada kalanya terpaksa harus dijual dengan harga jual yang lebih rendah dari harga beli dengan risiko mendapatkan capital lost. Misalnya jika Anda membeli dengan satu lembar sahamnya seharga Rp 5000,- ternyata harus dijual dengan harga Rp 4700,- maka Anda akan mengalami capital lost sebesar Rp 300,- setiap lembar sahamnya. 


3 Keuntungan Dari Berinvestasi Saham


Memperoleh Deviden

Deviden merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan pada pemegang saham. Keuntungan ini diberikan oleh para pemegang saham saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Biasanya para keuntungan ini dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk rupiah berdasarkan jumlah saham. Bisa juga berupa deviden stok yaitu mengganti keuntungan dengan penambahan saham. 

Namun tidak semua keuntungan perusahaan dibagikan oleh para pemegang saham karena sebagian dari keuntungan juga digunakan untuk investasi dan pengembangan perusahaan. Ada pula perusahaan yang rutin memberikan deviden setiap tahunnya, ada ada pula yang tidak memberikan deviden karena perusahaan tidak mengalami keuntungan yang cukup. 

Perlu Anda ketahui bahwa pembagian deviden tidak ditujukan kepada semua pemegang saham. Anda harus melewati cum date deviden. Cum date merupakan tanggal pencatatan investor yang berhak menerima deviden. Bahkan investor tersebut pun berhak untuk menjual sahamnya setelah melewati ex-date. Ini kadang menjadi salah satu strategi para investor untuk mendapatkan keuntungan deviden dan juga keuntungan dari menjual sahamnya. 

Jika Anda ingin berinvestasi untuk jangka panjang, pilihan deviden dilakukan untuk jangka panjang. Namun para trader saham biasanya lebih memilih untuk keuntungan dari kenaikan nilai saham dibandingkan deviden. Karena deviden hanya berlaku sebagai pemanis saja. Anda harus berhati-hati karena biasanya harga saham akan turun karena aksi profit taking para pemegang saham sehari setelah ex deviden dimulai 

Mendapatkan Saham Bonus

Tidak semua perusahaan memberikan saham bonus. Saham bonus ini merupakan saham yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham yang diambil dari agio saham.

Agio saham merupakan selisih antara harga jual terhadap harga normal saham pada saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana. Saham bonus bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pembeli saham.


Minggu, 24 Mei 2015

Fungsi dan Manfaat Utama Pasar Modal bagi dunia Investasi

Fungsi dan manfaat pasar modaldirasakan sangat berdampak positip bagi kemajuan perekonomian suatu negara, terutama bagi pelaku pasar modal. Secara garis besarnya, peran utama atau fungsi pasar modal adalah sebagai berikut:

1. Sumber pendapatan Negara melalui Pajak
Setiap transaksi di pasar modal dikenakan pajak, terutama terhadap deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham, atau diatur berdasarkan Pasal 4 ayat (1) huruf g Undang-Undang PPh.

2. Sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat oleh negara dan perusahaan melalui penerbitan obligasidan penjualan saham.
Perusahaan ataupun pemerintah dapat memperoleh dana dengan menerbitkan obligasi berupa Corporate & Government Bond, serta menjual saham ke pasar modal melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Fungsi dan Peranan Utama Pasar Modal bagi dunia Investasi

3. Sebagai Alternatif investasi bagi para Investor
Sarana bagi investor untuk melakukan investasi dengan sejumlah dana, di pasar modal para Investor bisa dengan mudah memindahkan aset yang dimiliki dari suatu perusahaan ke perusahaan lain untuk memperoleh keuntungan.

4. Pendorong Perkembangan dunia Investasi
Dengan adanya pasar modal, baik pemerintah maupun pihak perusahaan akan terbantu mengenai masalah modal kerja dalam rangka mengembangkan usahanya melalui penerimaan dana dari masyarakat. Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan semakin meningkat.

5. Indikator Perekonomian Negara
Kenaikan seluruh aktivitas dan volume perdagangan di pasar modal memberikan pedoman atau indikator bahwa aktivitas dunia usaha berjalan dengan baik.

6. Sarana Pemerataan Pendapatan
Melalui pasar modal keuntungan yang diperoleh perusahaan yang menerbitkan saham akan memberikan deviden kepada para pemilik saham tersebut. Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai media sarana untuk pemerataan pendapatan.

7. Menciptakan Peluang Tenaga Kerja
Dengan adanya pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industri lain yang berdampak sangat signifikan terhadap terciptanya peluang lapangan kerja baru.

Rabu, 17 Desember 2014

lstilah-lstilah Paling Penting dalam Investasi Saham

Agar Anda lebih memahami tentang Investasi Saham, analisa saham, serta belajar saham lebih mendalam maka beberapa hal yang biasanya perlu Anda ketahui tentang istilah-istilah umum dalam investasi saham. 

Dengan adanya pemahaman tersebut diharapkan Anda akan lebih familiar dengan ungkapan umum yang berkaitan dengan investasi saham.  Istilah tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Emiten

Adalah perusahaan yang menerbitkan saham atau Issuer

2. Investor

Setiap orang yang melakukan pembelian saham atau surat berharga lainnya di pasar modal

3. Hari Bursa

Perdagangan saham di pasar sekunder di Indonesia, berlangsung dibagi dua sesi. Untuk hari Senin hingga Kamis, sesi pertama berlangsung dari pukul 9.30 dan berakhir pukul 12.00. Sedang sesi kedua dimulai pukul 13.30 dan diakhiri pukul 16.00. Untuk hari Jumat, sesi pertama berlangsung dari pukul 9.30 dan berakhir pukul 11.30. Kemudian sesi kedua dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 16.00.

lstilah-lstilah Penting dalam Investasi Saham

4. Harga Nominal Saham

Harga ini merupakan nilai yang ditetapkan oleh emiten yang biasanya sesuai dengan nilai pari (Var value), perusahaan emiten bebas menetapkan harga per lembar sahamnya. 

Misalnya harga nominal per lembar saham perusahaan emiten adalah sebesar Rp. 100,- maka nilai jual saham tersebut adalah sebesar Rp. 100,- per lembar saham.


5. Harga Perdana

Harga ini merupakan harga sebelum saham tersebut dicatatkan di bursa efek. setelah hasil negosiasi dengan penjamin emisi (underwritter), maka akan diketahui berapa nilai saham perusahaan emiten tersebut akan dijual kepada masyarakat.

Untuk menentukan harga perdana ini, ada beberapa hal yang dipertimbangkan, antara lain good will, kondisi pasar, prospektus usaha, Laporan Keuangan Audited dan lain-lain. Jadi tidak ada patokan khusus mengenai penentuan harga perdana ini.

6. Agio Saham

Agio saham yaitu merupakan selisih antara harga nominal atau nilai pari dengan harga perdana. Jadi jika diketahui bahwa nilai nominal perusahaan yang menjual sahamnya di bursa efek Indonesia adalah sebesar Rp. 100,- kemudian penjamin emisinya berhasil menjual saham tersebut di pasar perdana senilai Rp. 400, ini berarti bahwa perusahaan emiten mendapat agio saham Rp. 300 atau 3 kali.

7. Harga Pasar Saham

Kalau harga perdana merupakan harga jual saham dari penjamin emisi kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa efek.

8. Harga Pembukaan

Harga pembukaan adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat jam bursa dibuka. Bisa saja terjadi pada saat dimulainya hari bursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham, dengan harga sesuai dengan yang diminta oleh penjual dan pembeli. Dalam keadaan demikian, harga pembukaan tadi menjadi harga pasar pada saat terjadi transaksi.

9. Harga Penutupan

Harga penutupan merupakan harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir hari bursa. Pada keadaan demikian, bisa saja terjadi, pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atas suatu saham, karena di antara penjual dan pembeli sudah sama-sama sepakat. Kalau ini yang terjadi, berarti harga penutupan itu telah menjadi harga pasar.

10. Harga Tertinggi

Merupakan harga tertinggi pada satu hari bursa, transaksi atas suatu saham dalam sehari bisa berkali-kali dan tidak terjadi pada harga yang sama. Apabila permintaan (demand) lebih besar dari penawaran (supply) biasanya harga cenderung naik, dan harga kesepakatan antara penjual dan pembeli inilah yang menentukan harga akhir.

10. Harga Terendah

Harga ini merupakan kebalikannya dari harga tertinggi, yaitu pertemuan tawaran harga beli dengan tawaran harga jual yang terendah pada satu hari bursa.

11. Harga Rata-Rata

Harga rata-rata dihitung berdasarkan perata-rataan dari harga tertinggi dan terendah. Harga ini juga bisa dicatat untuk transaksi harian, bulanan, atau tahunan.

Mengetahui ketiga harga ini cukup penting. Sebab dari sini dapat diketahui, sampai seberapa jauh kekuatan atau kelemahan suatu saham dalam satu hari bursa, satu bulan bursa, atau satu tahun bursa.

12. Capital Gain

Capital gain merupakan kelebihan harga jual di atas harga beli yang terjadi di pasar sekunder. Selanjutnya, uang kelebihan itu sepenuhnya menjadi keuntungan investor penjual. Namun bisa saja, capital gain ini terjadi atas kelebihan nilai jual di pasar sekunder di atas nilai beli di pasar perdana. Dengan kata lain, kelebihan harga pasar di atas harga perdana.

13. Capital Loss

Capital Loss merupakan kerugian yang diterima oleh investor akibat kelebihan harga beli di atas harga jual yang terjadi di pasar sekunder maupun terjadi atas kelebihan nilai beli di pasar sekunder di atas nilai jual di pasar perdana.

14. Dividen

Merupakan bagian laba yang diberikan oleh emiten kepada para pemegang sahamnya. Setiap tahun perusahaan pasti akan menerbitkan laporan keuangan. Bagi perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat, Laporan keuangan tersebut diterbitkan setiap tiga bulan sekali.

Walaupun demikian dividen tidak harus diberikan setiap bulan. Dalam laporan keuangan, tentu tertulis keuntungan perusahaan pada tahun bersangkutan. Kemudian, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) biasanya diputuskan  berapa rupiah dividen akan diterima oleh para pemegang saham.

15. Yield

Merupakan keuntungan yang diterima investor  yang berasal dari capital gain maupun dari dividen. Yield dinyatakan dalam persentase dari modal yang ditanamkan.

16. Earning Per Share (EPS)

Nilai ini diperoleh dengan cara membagi keuntungan setelah pajak yang diperoleh emiten sebelum pembayaran dividen dengan  jumlah saham yang beredar.

Sebagai contoh apabila perusahaan emiten melaporkan bahwa keuntungan setelah pajak adalah sebesar Rp 1 milyar sedangkan saham yang beredar 2.000.000 lembar, maka EPS = Rp. 500,-

17. Price Earning Ratio (P/E Ratio)

Nilainya adalah dengan membagi harga pasar suatu saham dengan EPS.
Misalnya, harga pasar biasa tersebut saat ini Rp1.000,- maka besarnya P/E Ratio adalah 2 kali (Rp1.000/Rp500).

18. Nilai Buku

Nilai buku adalah nilai asset yang tersisa setelah dikurangi atas kewajiban-kewajiban perusahaan  (termasuk pembayaran dividen saham preferen). Nilai buku ini hanya mempunyai makna kalau dibagi dengan saham yang beredar. Kalau hal ini dilakukan, berarti mencerminkan berapa besar jaminan yang diberikan terhadap pemegang saham berkaitan dengan kemungkinan terjadinya likuidasi. 


19. Cash Dividend  (Dividen Tunai)

Emiten memberikan dividen tunai apabila emiten tersebut membayar dividen kepada pemegang sahamnya dengan sejumlah uang tunai. Misalnya, sebuah perusahaan emiten membayar dividen tunai sebesar Rp. 500 per saham. Ini berarti setiap pemegang satu lembar saham berhak mendapatkan pembayaran Rp.500.

20. Stock Dividend 

Sering terjadi dengan alasan tertentu emiten tidak membayar dividen dalam bentuk cash, melainkan dalam bentuk saham juga. Misalnya, dalam RUPS diputuskan, untuk setiap pemegang satu lembar saham berhak mendapatkan dua lembar saham baru.  Hal ini mengakibatkan investor yang semula hanya memegang satu lembar saham akan memiliki tiga lembar saham.

21. Indeks Beta

Merupakan tingkat sensitivitas suatu saham terhadap kondisi pasar secara umum. Indeks ini dihitung dengan cara membandingkan tingkat risiko suatu saham yang dimiliki dengan seluruh saham.

Diperlukan lembaga pemeringkat untuk memberikan nilai indeks, sebagai contoh jika Indeks beta suatu saham adalah 0 maka saham tersebut tidak akan terpengaruh dengan fluktuasi saham secara keseluruhan, Indeks beta yang normal adalah 1, saham tersebut akan sama kenaikannya mengikuti prosentase saham keseluruhan, begitu pula dengan nilai penurunannya.

Di Amerika Serikat ada pemeringkat untuk Indeks Beta untuk Indeks berdasarkan jenis industri, misalnya beberapa kelompok industri dengan indeks beta terendah 0,18 � 1,32 sampai dengan kelompok Industri dengan Indeks beta tertinggi di kisaran 2,26 � 2,46. Indeks Beta tertinggi ini sangat cocok buat para spekulan yang berani menangung resiko lebih tinggi baik dari sisi untung maupun rugi.

Kamis, 30 Oktober 2014

Analisa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Anda harus memahami apa yang disebut indeks harga saham agar bisa melakukan investasi dengan baik di bursa. Indeks harga saham bukan segalanya, artinya, walaupun Anda paham dan mampu menganalisanya, belum berarti Anda bisa menghindari dari risiko kerugian.

Indeks harga saham menjadi barometer Anda sebelum melakukan investasi di pasar saham, karena dari sinilah Anda mengetahui situasi gambaran secara umum, namun agar bisa mengambil keputusan dengan tepat, tentunya Anda harus menganalisa faktor-faktor lainnya.

Menurut Lorrie, Dodd, dan Kimpton (1985: 33), Indeks harga saham merupakan ringkasan dari dampak simultan dan kompleks atas berbagai macam faktor yang berpengaruh, terutama fenomena-fenomena ekonomi. Bahkan saat ini, indeks harga saham dijadikan barometer kesehatan ekonomi suatu negara serta sebagai landasan analisa statistik atas kondisi pasar terakhir (current market).


Analisa Indeks Harga saham Gabungan (IHSG)


Saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang go public. Harga saham ini ditentukan oleh perkembangan perusahaan penerbitnya. Jika perusahaan penerbitnya mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi, ini akan memungkinkan perusahaan tersebut menyisihkan bagian keuntungan itu sebagai dividen dengan jumlah yang tinggi pula.

Pemberian dividen yang tinggi ini akan menarik minat masyarakat untuk membeli saham dan memungkinkan untuk mendapatkan capital gain. Jelaslah bahwa keuntungan perusahaan menjadi faktor utama yang menyebabkan harga saham meningkat.

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan?  Di sinilah fenomena ekonomi dan sosial politik berperan. 

Sebab, kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan tidak saja ditentukan oleh  keunggulan perusahaan bersangkutan, seperti tenaga ahli yang dimiliki, teknologi yang digunakan, strategi pemasaran yang diterapkan dan lain sebagainya, tetapi juga ditentukan oleh faktor lain seperti upah buruh secara umum, budaya masyarakat dan keadaan politik pada waktu tertentu. Semuanya itu akan berpengaruh pada harga saham, yang dicerminkan oleh indeks harga saham.


Perhitungan lndeks Harga Saham

Tentu saja Anda tidak akan membahas secara mendetail mengenai perhitungan  angka indeks ini, yang sebenarnya merupakan bagian dari ilmu statistik. Namun demikian, Anda perlu tahu bagaimana indeks harga saham itu bisa diketemukan,  sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alat menganalisa pasar modal.

Indeks harga saham merupakan angka yang tersusun dengan hitungan tertentu sehingga menghasilkan trend. Sedangkan angka indeks itu sendiri dibuat untuk membandingkan perubahan harga saham dari masa ke masa.

Dengan demikian, untuk bisa menemukan angka indeks harus tersedia data lebih dari satu karena harus ditentukan waktu dasar dan waktu yang berlaku.

 Contoh Data:

Waktu
PT. A
PT. B
PT. C

? Ht

? H0
IHSG
(Ht/H0)
X 100
Naik / (Turun)
Harga
Volume (000)
Harga
Volume (000)
Harga
Volume (000)
(%)
Titik
1
2
3
4
5
6
7
8(2+4+6)
9
10
11
12
Jan *)
1.000
2.500
600
5.000
3.150
1.000
4.750
4.750
100,00
-
-
Feb
1.100
2.000
750
4.550
3.250
1.500
5.100
4.750
107,37
7,37
7.37
Maret
1.150
1.550
800
4.755
2.570
1.540
4.525
4.750
95,26
(4,74)
(12,11)
*) Tahun Dasar

Indeks harga saham menggunakan rumus umum:
IHS = (Ht / H0) X 100%
IHS:  Indeks Harga Saham
Ht  :  Harga pada waktu yang berlaku
H0 :  Harga pada waktu dasar

Dari sinilah Anda bisa mulai membaca situasi pasar untuk mendukung keberhasilan investasi Anda. Namun ada persoalan yang harus dipecahkan, yaitu mengenai waktu  dasar. Merupakan masalah utama dalam menyusun angka indeks. Sebab, bila Anda memilih waktu dasar pada saat pasar sedang dalam keadaan bergairah, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan indeks harga yang terus menurun pada waktu-waktu selanjutnya. Demikian pula sebaliknya, bila Anda menentukan waktu pada saat pasar lesu, maka waktu-waktu selanjutnya indeks harga saham akan terus menunjukkan peningkatan. Karena itu, mungkin memilih waktu dasar pada saat tidak terjadi gejolak (stabil)




Perhitungan lndeks Harga Saham Gabungan

Agar bisa memahami situasi pasar secara umum, Anda harus mengetahui apa yang disebut sebagai indeks harga saham gabungan (IHSG).

Pada dasarnya perhitungan IHSG tidak berbeda dengan perhitungan indeks harga saham individu. Namun dalam perhitungan IHSG Anda harus menjumlahkan seluruh harga saham yang ada (listing).

Rumus:
IHSG = (Ht / H0) X 100%
Ht  :  Total harga semua saham pada waktu yang berlaku
H0 :  Total harga semua saham pada waktu dasar

Jika IHSG nilainya diatas 100% menunjukkan kondisi pasar sedang dalam keadaan bergairah, namun sebaliknya jika IHSG nilainya berada di bawah angka 100%, maka pasar sedang dalam keadaan lesu. Jika IHSG nilainya tepat di angka 100%, maka pasar dalam keadaan stabil.


lndeks Harga Saham Gabungan Tertimbang

Perhitungan IHSG di atas merupakan perhitungan sederhana, karena menganggap semua saham memiliki peran yang sama dalam memengaruhi pasar. Dalam keadaan tertentu, masih ada bursa yang menggunakan metode itu. Perhitungan IHSG yang lebih kompleks adalah dengan memasukkan unsur bobot (timbangan).

Di dalam mempengaruhi situasi pasar, tentu saja berbeda antara saham yang satu dan yang lain. Ada beberapa jenis saham yang mempunyai pengaruh yang sangat besar. Artinya, apabila terjadi sesuatu pada saham tersebut, maka seluruh harga saham akan terpengaruh.

Pembobotan yang digunakan lazimnya adalah jumlah saham yang didaftarkan oleh emiten. Demikian pula yang berlaku di pasar modal Indonesia. Jadi peran emiten dalam menentukan  IHSG ditentukan oleh banyak sedikitnya jumlah saham yang didaftarkan. Semakin banyak saham yang didaftarkan, semakin penting perusahaan  tersebut dan semakin besar bobotnya dalam membentuk IHSG.

Persoalan berikutnya adalah menentukan rumus yang akan digunakan. Sebab, meskipun pembobotan sudah dapat dilaksanakan, yaitu dengan memilih jumlah saham yang didaftarkan sebagai kriteria, tetapi jumlah saham yang diterbitkan saat kapan? 

Apakah saat waktu dasar atau waktu yang berlaku? Jumlah saham yang beredar pada waktu dasar ini, bisa diartikan pula sebagai jumlah saham yang diterbitkan saat perusahaan go public (emisi perdana).

Bila Anda menggunakan jumlah saham yang beredar pada waktu dasar sebagai pembobotan, berarti Anda mengikuti rumus yang dikemukakan oleh Laspeyres.

Rumus:
IHSG = (HtK0 / H0K0) X 100%
K0 : Jumlah Saham yang beredar pada waktu dasar

Jika melihat tabel diatas maka untuk menghitung IHSG maka masing-masing harga saham Ht dan H0 dikalikan dengan jumlah saham yang beredar.
Sebagai contoh untuk bulan februari didapat perhitungan sebagai berikut:

IHSG = (1.100 X 2.500) + (750 X 5.000) + (3.250 X 1.000)  X 100%
             (1.000 X 2.500) + (600 X 5.000) + (3.150 X 1.000)
         =  107 %

Hasilnya, kebetulan sama dengan perhitungan  IHSG secara sederhana. Namun tidak semua hasil yang diperoleh sama, cobalah Anda hitung untuk bulan-bulan berikutnya.

Jika metode yang digunakan yaitu menghitung jumlah saham yang diterbitkan pada waktu yang berlaku sebagai timbangannya, maka Anda menggunakan rumus Paasche, rumusnya adalah sebagai berikut:

Rumus:
IHSG = (HtKt / H0Kt) X 100%
Kt : Jumlah Saham yang beredar pada waktu yang berlaku

Sebagai contoh untuk bulan Februari didapat perhitungan sebagai berikut:

IHSG = (1.100 X 2.000) + (750 X 4.550) + (3.250 X 1.500)  X 100%
            (1.000 X 2.000) + (600 X 4.550) + (3.150 X 1.500)
         = 111 %

Tentu timbul pertanyaan, mana di antara IHSG itu yang lebih akurat. Artinya benar-benar mewakili keadaan pasar. Untuk menjawab pertanyaan ini memang tidak mudah. Anda memerlukan waktu yang panjang untuk membuktikannya, apakah perilaku pasar sesuai dengan rumus Laspeyres atau Paasche?

Namun demikian, ada jalan pintas, yaitu dengan menggunkan rumus Irving Fisher atau Drobisch. Kedua ahli ini memang sengaja mencari jalan tengah dari dua hitungan tersebut.

Irving Fisher mencari jalan tengah dengan cara mengalikan IHSG menurut Laspeyres dengan IHSG menurut  Paasche kemudian diambil akarnya. Sedang Drobisch, dengan mengambil rata-ratanya, yaitu IHSG menurut Laspeyres dijumlahkan dengan IHSG menurut Paasche kemudian dibagi dua.

Rumus Irving Fisher adalah:
IHSG = vIHSGL X IHSGP
Dimana:
IHSGL : Perhitungan IHSG menggunakan rumus Laspeyres
IHSGP : Perhitungan IHSG menggunakan rumus Paasche

Kalau dilihat dari perhitungan contoh diatas didapat :
IHSG = v107 X 111
         = 109

Rumus Drobisch adalah:
IHSG = IHSGL + IHSGP
                       2
Kalau dilihat dari perhitungan contoh diatas didapat :
IHSG = (107 + 111) / 2
         = 109




lndeks Harga Saham Gabungan dengan Menggunakan Sampel

Sangat tidak efisien jika menghitung IHSG dengan memasukkan seluruh saham yang ada di listing, karena tidak semua saham mempunyai peran yang berarti dalam memengaruhi pasar. 

Apalagi jika saham yang listing itu sudah mencapai puluhan ribu, menghitung semua saham untuk menentukan indeks harga saham gabungan menjadi semakin rumit. 

Oleh karena itu, perhitungan IHSG ini sebenarnya bisa dengan menggunakan sampel, yaitu hanya mengambil sebagian saham yang diyakini memiliki peran penting dalam mempengaruhi pasar.

Banyak indeks harga saham yang dihitung dengan metode ini. Bahkan indeks harga saham yang terkenal kebanyakan menggunaka n metode  tersebut.  Indeks  Dow Jones (The Dow Jones Industrial Average), yang terkenal itu misalnya, hanya menggunakan 30 saham sektor industri sebagai sampel. 

Demikian pula dengan  indeks harga saham yang dipakai oleh Standard & Poor's 500. Indeks harga saham ini menggunakan sampel 500 saham, yang terdiri dari 400 saham perusahaan sektor industri, 40 saham sektor utilitas, 20 saham sektor transportasi, dan 40 saham sektor keuangan.

BEl juga sudah menghitung indeks harga saham dengan menggunakan sampel yang disebut LQ 45, yaitu perhitungan indeks atas dasar 45 saham terpilih likuid di BEI. Persoalan yang dihadapi dalam menghitung indeks harga saham dengan  menggunakan sampel ini adalah menentukan saham-saham mana saja yang layak dijadikan sampel?

Mengetahui perhitungan indeks harga saham, baik secara individu maupun secara gabungan, belum merupakan jaminan bagi Anda bisa memanfaatkannya dalam pengambilan keputusan investasi. Yang terpenting bahwa indeks harga saham itu tidak mutlak benar. 

Namun demikian masih mengandung kecenderungan umum yang bisa digunakan sebagai pedoman. Anda bisa fokus pada indeks harga saham yang sudah jadi, yang dihitung oleh lembaga-lembaga yang ada.

Seandainya Anda mempunyai kemampuan menghitung, seperti telah dicontohkan  di atas, maka Anda bisa menggunakan hasil perhitungan sendiri. Barangkali malah lebih akurat. Tetapi bila tidak mampu atau tidak mempunyai waktu, ada baiknya menggunakan hasil perhitungan yang sudah ada. Hanya saja, perlu dipilih perhitungan yang paling mendekati kenyataan.

Yang lebih penting lagi sesungguhnya memanfaatkan hasil perhitungan indeks harga saham itu. Di sinilah diperlukan keterampilan tersendiri dalam membaca data, kemudian menafsirkannya. Sebagai langkah awal melakukan investasi, tentu saja Anda memerlukan data IHSG, untuk mengetahui kondisi pasar secara umum.

Untuk mengetahui trend di masa mendatang, meskipun kenaikan dan penurunan terhadap indeks harga saham waktu dasar ini adalah penting, namun lebih penting lagi menganalisa kenaikan atau penurunan indeks harga saham dari waktu ke waktu. Pengertian Waktu disini bisa berupa bulanan, mingguan, harian, dan sebaginya.

Harus diingat pula, bahwa untuk mengambil keputusan investasi tidak cukup hanya mengetahui IHSG. Lebih penting lagi mengetahui perkembangan indeks harga saham individu, yang akan Anda beli. 

Untuk menganalisa perkembangan indeks harga saham individu, metodenya sama yaitu perlu menganalisa perkembangan dari waktu ke waktu. Tidak cukup hanya membandingkannya dengan waktu dasar. Menganalisa perkembangan indeks harga saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi ini disebut sebagai analisis teknis.